Bank gencar menyalurkan kredit korporasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi penyaluran kredit perbankan akan lebih deras lagi di kuartal kedua tahun ini. Salah satu penyumbang adalah penyaluran kredit korporasi.

Para bankir yakin, penyaluran kredit korporasi masih bisa melejit di kuartal kedua. Salah satu penunjangnya adalah kredit korporasi ke BUMN.

Direktur Corporate Banking Bank BNI Putrama Wahyu Setyawan memperkirakan, penyaluran kredit korporasi masih akan tumbuh sekencang triwulan sebelumnya. Kredit ke sektor manufaktur dan infrastruktur diproyeksikan masih jadi penopang kredit korporasi BNI.

“Kuartal II, kami masih akan menjaga pertumbuhan kredit korporasi di koridor 13%-15%. Kami tumbuh masih di manufaktur dan kemudian infrastruktur juga.” kata Putrama.

Kuartal I lalu, penyaluran kredit emiten dengan kode saham BBNI , anggota indeks Kompas100 ini, tumbuh signifikan hingga 18,6% yoy menjadi Rp 521,35 triliun. Penopangnya, segmen kredit korporasi kontribusi 51,7%.

Kredit yang mengalir ke korporasi swasta tumbuh 23,3% yoy menjadi Rp 163,61 triliun dan ke BUMN tumbuh 26,7% menjadi Rp 105,72 triliun. Sektor unggulan berasal dari sektor manufaktur dan infrastruktur yang masing-masing meningkat 17,5% dan 10,3%.

Sepanjang Januari-Maret 2019, Bank BNI telah mengikuti delapan proyek pembiayaan sindikasi dengan nilai Rp 26,72 triliun tumbuh 346% dari kuartal yang sama tahun lalu. Partisipasi perseroan mencapai Rp 6,78 triliun dalam sindikasi tersebut.

Terus bertumbuh

Bank lain adalah PT Bank Tabungan Negara (BBTN, anggota indeks Kompas100 ini, ) yang mencatatkan pertumbuhan kredit korporasi di atas 20% di kuartal I. Kenaikan ini ditopang oleh sektor perumahan dan infrastruktur.

Hanya saja, kontribusi kredit korporasi hanya menyumbang porsi 2% terhadap total penyaluran kredit perseroan ini. Maklum fokus Bank BTN adalah di penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR).

Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan BTN Mahelan Prabantarikso memperkirakan kredit korporasi di triwulan berikutnya akan tumbuh di atas 20%.

“BTN masih tetap akan fokus pada sektor perumahan serta infrastruktur dalam rangka mendukung sinergi BUMN dalam penyaluran kredit korporasi.” katanya.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI, anggota indeks Kompas100 ini, ) juga membukukan pertumbuhan kredit korporasi sebesar 14,15% yoy menjadi Rp 197,48 triliun di triwulan pertama. Jenis ini tercatat tumbuh paling tinggi dari semua jenis kredit. Namun, kontribusinya hanya 23% ke total kredit BRI.

Wakil Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, kredit korporasi yang mengalir ke BUMN tumbuh paling tinggi yakni 17% yoy. Adapun penyaluran ke sektor swasta hanya tumbuh sekitar 10,7%.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Noverius Laoli
Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan