Bank Jatim yakin kredit semester I-2019 bakal menggeliat, berikut pendorongnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkirakan kredit di awal tahun 2019 akan lebih menggeliat. Karenanya, Direktur Keuangan Bank Jatim Ferdian Satyagraha memperkirakan pada semester I-2019 pihaknya mampu mencetak pertumbuhan kredit hingga menyetuh 10%.

Meski begitu, Ferdi sapaan akrab Ferdian mengakui untuk Bank Daerah (BPD) pada kuartal I-2019 pertumbuhan kredit belum akan maksimal. Hal ini disebabkan tidak banyaknya kredit yang dicairkan, alias masih menunggu cair pada kuartal II.

“Kuartal II-2019 ini ada beberapa rencana pencairan sindikasi, kredit konsumer juga biasanya naik menjelang lebaran atau libur sekolah,” katanya kepada Kontan.co.id, Senin (4/3). 

Bukan hanya itu, kredit untuk pengerjaan proyek pemerintah menjelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pasca Pilpres juga diprediksi akan naik. Begitu pula untuk segmen kredit usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang bakal lebih menggeliat setelah pesta demokrasi selesai.

Sementara itu, secara keseluruhan tahun 2019 ini Bank Jatim memprediksi kredit tumbuh di kisaran 9%. Untuk melampaui target, bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini akan lebih menggalakan penyaluran kredit segmen konsumer dan UMKM.

Caranya yaitu dengan program linkage alias penyaluran kredit melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “Untuk UMKM akan jadi penggerak juga, melalui kredit mikro dan linkage program serta kredit ke korporasi,” tuturnya.

Sekadar informasi saja, merujuk laporan keuangan bulan Januari 2019 Bank Jatim membukukan realisasi kredit sebesar Rp 32,13 triliun atau tumbuh 6,02% yoy. Pencapaian tersebut memang masih lebih rendah dibanding persentase kenaikan di bulan Januari 2018 yang naik 7,7% yoy.

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan