Penyaluran kredit pendidikan masih mini

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sejak pertengahan 2018, beberapa bank telah merilis produk kredit pendidikan untuk menjawab tantangan Presiden Joko Widodo agar perbankan nasional mencontoh Amerika Serikat yang punya student loan. Sayangnya, realisasi penyaluran kredit pendidikan ini tak sebesar niat mempermudah akses pendidikan.

PT Bank Tabungan Negara (persero) Tbk (BBTN) misalnya dari target penyaluran kredit sebesar Rp 100 miliar pada 2018, BTN hanya mampu menyalurkan Rp 1 miliar.

“Hingga 2018, BTN telah merealisasikan kredit pendidikan lebih dari Rp 1 miliar kepada 12 debitur,” kata Director of Strategic, Risk, and Compliance Mahelan Prabantarikso kepada Kontan.co.id, Rabu (9/1).

Dari catatan Kontan.co.id, kredit pendidikan yang ditawarkan BTN sejatinya cukup menarik, dengan plafon maksimal mencapai Rp 200 juta dengan bunga yang juga kompetitif sebesar 6,5% selama lima tahun. 

Ketika dirilis April 2018 lalu, BTN juga meneken kerjasama dengan 24 perguruan tinggi. Dimana dengan kerjasama tersebut, mahasiswa sarjana hingga doktoral di 24 kampus tadi bisa turut memanfaatkan produk ini.

Capain yang tak menggembirakan juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BBNI). Penyaluran kredit pendidikan BNI sepanjang 2018 juga tak banyak.

“Realisasinya tidak terlalu besar, nilai kredit yang disalurkan baru mencapai Rp 3,2 miliar,” kata General Manager Product Management Division Donny Bima kepada Kontan.co.id.

Kata Donny realisasi tersebut tak hanya diberikan untuk biaya kuliah mahasiswa, melainkan juga untuk dosen guna menunjang biaya penelitian. Terkait minimnya realisasi, Donny menjelaskan hal tersebut lebih disebabkan oleh proses seleksi yang ketat oleh BNI.

“Realisasinya memang belum terlalu besar, karena memang diberikan secara selektif dengan kerjasama kita dengan beberapa universitas negeri. Saat ini kita juga terus meningkatkan kerjasama dan diharapkan akan meningkatkan portofolio kredit pendidikan secara signifikan” jelasnya.

Sementara profil kredit pendidikan dari BNI dengan merek BNI Flexi Pendidikan ini menawarkan 8,4% pertahun dengan plafon pinjaman maksimum Rp 500 juta dan tenor maksimum tiga tahun.

Mitigasi dalam pemberian kredit pendidikan memang mutlak dilakukan perbankan. Tentu agar niat memperbesar tak malah menunpuk kredit macet perbankan.

Terlebih, Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi M. Nasir Desember lalu bilang pemerintah tengah menggodok Peraturan Presiden (Perpres) terkait. Meskipun Kontan.co.id belum berhasil kembali mengonfirmasi hal ini kembali.

Nah kata Nasir Perpres tersebut kelak akan menjadi turunan dari UU 12/2012 tentang Perguruan Tinggi. Dimana dalam pasal 76 ayat (2) huruf c. kredit pendidikan yang diterima mahasiswa diberikan bunga 0%.

Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan