Likuiditas mengetat, bank menengah agresif tarik dana mahal

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank menengah agresif menarik dana mahal. Hal ini tercermin dari suku bunga deposito spesial rate kelompok bank BUKU III atau yang mempunyai modal inti antara Rp 5 triliun-Rp 30 triliun di atas rata-rata industri.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sampai kuartal III-2018, bunga spesial rate deposito rata-rata industri sebesar 7,02%. Sedangkan spesial rate deposito bank BUKU III sebesar 7,17%.

LPS mencatat bank BUKU III mencatat kenaikan LDR cukup pesat melampaui suku bunga spesial rate bank BUKU IV, II dan BUKU I. Sebagai gambaran saja, bunga spesial rate BUKU IV sebesar 6,96%, BUKU II sebesar 6,91%, dan BUKU I sebesar 6,9%.

Dody Arifianto, Direktur Grup Surveillans dan Stabilitas Sistem Keuangan LPS mengatakan, kenaikan bunga deposito spesial rate bank menengah cukup tinggi karena penyaluran kredit bank BUKU III cukup tinggi.

“Pertumbuhan kredit bank BUKU III cukup tinggi yaitu 12,5% sampai September 2018,” kata Doddy, Rabu (31/10). 

Bunga deposito spesial rate di BUKU III yang tinggi ini karena likuiditas bank menengah yang cukup ketat.

Likuiditas bank BUKU III yang ketat ini ditunjukkan dengan rasio kredit dibandingkan dana pihak ketiga (DPK) yang di atas industri sebesar 103%. Dengan likuditas yang agak ketat ini menurut Doddy membuat bank menengah agresif menarik dana.

Beberapa bankir bank BUKU III menyebut persaingan perebutan likuiditas membuat bank menengah agresif menaikkan bunga deposito spesial rate. 

Djumariah Tenteram, Direktur Retail Banking Bank Permata bilang kompetisi menggalang dana pihak ketiga akan semakin ketat menjelang akhir tahun.

“Hal ini seiring dengan tren suku bunga di industri yang akan meningkat,” kata Djumariah, Rabu (31/10). Menurut Djumariah ini merupakan fenomena yang maklum terjadi dari tahun ke tahun.

Asadi Budiman, Sekretaris Perusahaan Bank BJB bilang faktor yang mempengaruhi bunga deposito spesial rate adalah kondisi pasar baik kondisi likuiditas dan bunga instrumen lain yang bersifat risk free.

“Proyeksi sampai akhir tahun diperkirakan bunga deposito spesial rate masih naik 25 bps-50 bps,” kata Asadi, Rabu (31/10). 

Ferdian Satyagraha, Direktur Keuangan Bank BJB bilang faktor yang mempengaruhi bunga deposito spesial rate adalah persaingan bank dalam mengejar pertumbuhan dana akhir tahun.

“Sampai akhir tahun diproyeksi tingkat persaingan bank makin ketat, bahkan tidak sehat dan dampaknya ke bank kecil yang akan terjepit,” kata Ferdian, Rabu (31/10).

Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Herlina Kartika

Reporter: Galvan Yudistira
Editor: Herlina Kartika